15 pertanyaan dan jawaban Interview Barista

Konten Video AsliPerluas Video

Article Points:

  • Assalamualaikum, a warm introduction by Dedi Setiawan, HRD Manager.
  • Importance of service skills, brewing techniques, and coffee knowledge for barista roles.
  • Tips on how to introduce yourself effectively during an interview.
  • Questions to expect during a barista interview, and how to answer them confidently.
  • Encouragement to subscribe and seek further assistance in job applications.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman,
Apa kabar? Balik lagi dengan saya, Dedi Setiawan, HRD Manager yang kali ini mau bantuin kamu ngelamar barista untuk yang gak punya pengalaman ataupun yang punya pengalaman. Dan di sini ada 15 pertanyaan yang pasti keluar, sih ya. Tolong simak baik-baik langsung aja di pertanyaan pertama. [Musik]

Silahkan Nyalakan diri kamu. Nah kamu harus tahu bahwa barista ini masuk dunia pelayanan teman-teman, jadi kuatin diri kamu di 4 hal ini.

Pertama, keahlian Pelayanan, kamu harus bisa. Kedua, ini teknik penyeduhan. Juga, minimal kamu tahu dulu, baca-baca dulu. Sudah, aku juga kasih namanya modulnya, nanti kamu bisa download. Terus ada link-nya di deskripsi box. Ya, juga di jenis kopi, minimal kamu harus tahu. Sama lebih ke latihan juga kamu harus tahu sedikit-sedikit.

Nah, karena interview ini ibarat kamu lagi jualan produk, kamu juga salesnya, HRD itu pembelinya. Jadi kamu gimana caranya merubah kalimat itu biar meyakinkan HRD. Jadi cara kenalannya seperti ini ada 3.

Pertama, ceritakan perbedaan kamu jual beli bahan, kamu dan kalimat penutup. Baik pada diri, "Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan."

Perkenalkan, nama saya di Budianto, saya fresh graduate SMA Negeri 1 kota gajah Lampung Tengah, jurusan IPA. Saat ini usia 19 tahun dan berdomisili di Jakarta Barat. Meskipun saya fresh, jadi duit Pa, namun selama sekolah saya aktif dalam meningkatkan keahlian saya, terutama keahlian pelayanan komunikasi dan pengetahuan tentang barista itu sendiri melalui banyak proyek, yaitu menjadi learning asisten. Saya terlatih Pak memberikan pelayanan sepenuh hati saat dimintai bantuan teman, keras menjelaskan ulang materi yang sulit dipahami, termasuk tugas.

Jadi bentuk si Pak pelayanan saya kepada sekolah sehingga kemampuan komunikasi saya terlatih dengan baik. Menariknya, Pak, karena selama sekolah kadang mengerjakan tugas pendidikan, ketertarikan mempelajari tentang teknik penyeduhan seperti metode Pro Over, Espresso, French Press, dan teknik Vietnam drip pada jenis kopi di dunia seperti Arabika, Robusta.

Atau termasuk demikian, perkenalan ini dengan kecocokan keahlian dan pribadi yang fast learner atau pembelajar yang cepat. Saya berharap menjadi pertimbangan besar untuk diterima menjadi barista di perusahaan Bapak. Terima kasih!

Itu teman-teman, simple banget. Kamu cuman ya enggak ada pengalaman sama sekali, cuman ada di kelas doang ngebantuin ngerjain teman, tugas teman ngebantuin ngejelasin ulama materi kamu bisa gunain untuk untuk menjelaskan kamu. Terlebih kamu udah punya pengalaman, tinggal dijelasin aja adalah formatnya seperti ini.

Untuk yang kamu pengen dibuatin kalimatnya, silakan komen di kolom komentar. Jangan yang ngejaga anak keponakan yang kamu main Mobile Legends, apapun proyeknya, tolong ditulis di kolom komentar. Kalau kamu butuh bantuan.

Terus yang kedua, Apa yang membuat kamu tertarik pengin jadi barista? Cara ngejawabnya lebih kamu tunjukkan kalau kamu memang passion atau jiwamu tuh suka di dunia pelayanan dan juga perkopi-kopian lah gitu. Ya, sampaikan kalimat ini dengan ceria dan senyum biar vibe-nya itu kerasa banget.

"Baik banget terima kasih atas pertanyaannya. Saya tertarik dengan pekerjaan barista karena pertama, saya meyakini dunia pelayanan adalah passion saya Pak. Mungkin karena sudah ditanamkan dari keluarga ya Pak, ya jika melayani dengan memberikan kebaikan kepada Tuhan dan manusia. Dan kedua, tentunya saya menyukai kopi. Sesimpel itu sih Pak, alasan saya kenapa tertarik di dunia barista."

Emang apa yang kamu ketahui tentang job desk barista? Tujuan hari bertanya begini itu untuk memastikan kamu tinggal dipoles aja gitu ya, gak dari nol banget. Jadi pas training nanti udah nyambung, jadi usahakan baca dulu di lowongannya. Seperti apa job desk-nya.

Cocok-cocokin aja job desk-nya apa sama kemampuan kamu. Yang kedua, sambungin sapa kopi dan pelayanan ya. Secara garis besar cukup sebutin dua hal itu aja. Jawaban terbaiknya kayak gini:

"Terima kasih banget pertanyaannya. Meskipun saya belum berpengalaman, namun saya aktif mencari informasinya. Berikut yang saya pahami Pak, tugasnya yaitu pertama, pelayanan pelanggan. Barista ini memberikan pelayanan secara ramah, harus paham tentang menu, dan mampu menjelaskan berbagai jenis minuman kepada pelanggan serta memberikan rekomendasi bila diperlukan."

"Yang kedua, apa persiapan minuman itu sendiri? Ya, barista bertanggung jawab untuk membuat minuman kopi yang berkualitas tinggi sesuai dengan spesifikasinya ditentukan dari job di atas, sehingga barista membutuhkan keahlian ya teknis seperti nyeduh kopi, bagaimana bersih dan higienis, bahkan dituntut kreatif menciptakan menu baru hasil reset. Sehingga harus tahu jenis kopi dan trend ke depan, itu sih Pak job desk yang saya tahu tentang barista.

Atau kamu boleh juga cari di Google, intinya itu kamu harus tahu dulu job desk barista ada dua jenis ngelayanin pelanggan dan juga bikin minuman. Nangkap-nangkap ya? Berarti kamu sudah tahu ya beberapa teknik penyeduhan. Nah balik lagi, HRD pingin tahu minimal kamu enggak nol banget.

Kamu coba search teknik penyeduhan di channel lain. Jika mau, saya menemukan modul juga nih di kolom deskripsi lengkap banget dan mudah dipahami, silahkan download link-nya ada. Jawab terbaiknya gini kurang lebih: "Saya tahu, Pak, teknik penyeduhan ada beberapa. Sebenarnya ada 19, namun boomingnya banyak yang dipakai adalah Over, Espresso, dan juga 60. Semoga saya berjodoh di sini sehingga bisa mengasah pengetahuan saya lebih dalam detailnya."

Silahkan baca. Ya, kalau jenis-jenis kopi dan pengolahannya tahu gak? Sama sih, intinya itu HRD pengen aja kamu enggak nol. Jawaban terbaiknya: "Terima kasih Pak atas pertanyaannya. Jenis-jenis kopi yang saya ketahui ada biji kopi Arabika, ada Robusta, ada Liberika. Untuk pengolahannya sendiri, biasanya dibuat roasting dan ada 4, Pak, yang saya tanya juga. Sangerrainya tuh hasilnya terang atau lightly dipanggang sebesar 180 hingga 205 derajat Celsius. Ada yang sangrai medium, itu setengah gelap setengah terang. Ada yang gelap dan ada yang gelap banget. Ini yang semakin gelap semakin kafenya rendah."

Boleh tahu kelemahan kamu apa? Nah, hindari yang merugikan perusahaan atau yang justru menjadi penghambat kerjaan kamu. Seperti bursa brosur, pelupa, enggak bisa adaptasi, mudah panik, pemalu. Itu jangan disebutin. Pilih yang justru ngedukung pekerjaan barista. Jawaban sebaiknya begini:

"Terima kasih Pak atas pertanyaannya. Kelemahan saya ada tiga. Pertama, belum memiliki pengalaman resmi barista itu sendiri, Pak, di perusahaan resmi. Oleh sebab itu, saya rajin mengasah kemampuan dan pengetahuan lewat 1000 di café dan belajar dari mereka dan serta YouTube. Yang kedua, kemampuan bahasa Inggris. Pak, saya akui saya lemah. Saya berencana ingin ambil kelas. Hal ini untuk apa sih, Pak? Lebih ke antisipasi bertemu pelanggan yang mancanegara ke depannya."

Nah, kamu boleh, teman-teman, bisa ambil satu, dua atau tiga. Boleh sebutin tiga-tiganya kalau diminta 3. Kalau ama ini satu aja atau dua maksimal.

Ya, kamu kan barista baru nih. Seandainya ada pelanggan yang tidak puas dengan minuman buatan kamu dan marah-marah, apa yang kamu lakukan? Nah, pertanyaan ini tuh untuk perekrutan tahu bagaimana keterampilanmu dalam menangin konflik. Ingat, kuncinya di sini seberapa dewasa dan tenangnya kamu.

Makanya jawaban terbaiknya begini: "Baiklah, jika pelanggan tidak senang dan marah-marah karena minuman saya, ada tiga hal yang saya lakukan. Kunci pertama lebih memiliki mindset dan meyakini bahwa mereka justru orang yang baik karena mau menunjukkan kekecewaan sama service.

Yang bahaya itu justru ketika ada orang yang kecewa sama saya atau pelayanan kita, tapi diam, Pak. Dan besoknya nggak mau ke coffee shop lagi. Dengan seperti ini kita akan justru merasa beruntung karena ada evaluator atau yang mengevaluasi kinerja kita. Dengan berpikir begitu tidak akan terus emosi sehingga tetap tenang dan mendengarkan dengan baik apa yang dikeluhkan."

"Yang kedua langkahnya setelah mau mengubah mindset saya mendengarkan keluhan hingga mereka selesai sendiri. Karena biasanya orang marah hanya butuh didengarkan. Barulah saya meminta maaf untuk ketidaknyamanannya. Selanjutnya saya akan mencoba menawarkan solusi yang memuaskan seperti membuat ulang minuman dengan resep yang benar atau memberikan penggantian sesuai kebijakan toko."

"Yang ketiga, jika masalah tersebut tidak bisa saya selesaikan karena mengusung operasional atasan, maka saya akan teruskan, bahkan jika saya layak dikenakan sanksi atas kesalahan tersebut. Tentu saya legowo, Pak, akan terima dan tidak akan mengulanginya kemudian hari dengan belajar dan berlatih kembali."

Enggak jarang, sih, antrian coffee itu panjang banget, kan? Ya, gimana tuh kamu menanganinya? Nah, itu pertanyaan ini juga pengen tahu. Intinya tuh kualitas tetap nomor satu dan jangan panik. Itu ya, terima kasih Pak pertanyaannya.

Di benak saya, saya akan melakukan empat hal. Terus bagaimana jika situasinya ada pelanggan yang sangat tidak sabar? Sama sih, intinya kualitas tetap nomor satu. Ya, terima kasih Pak pertanyaannya. Di benak saya, saya akan melakukan dua hal.

Pertama, jika antrian pendek, tentu saya akan menghandle sendiri dengan mengkomunikasikan jika pesanan sudah dioptimalkan. Jika ramai, ini gunanya teamwork, maka waiters dan tim lainnya minta bantuan untuk mendampingi secara emosional pelanggan diperhatikan, sedangkan saya fokus meracik kopinya. Jika ternyata tetap tidak sabar, maka saya tawarkan solusi alternatif seperti mengganti dengan minuman yang lebih cepat saji atau memberikan diskon atau voucher untuk kunjungan berikutnya.

Atau menyarankan mereka untuk mencoba kembali di waktu lain yang lebih sepi. Kamu tahu, latihan ini tuh untuk ngetes aja sih kamu seberapa dalam tahu tentang barista. Ya udah jawab aja sesuai pengetahuan kamu.

Ya, latihan itu apa ya ini contohnya. Terus motivasi kamu kerja apa? Hindari menjawab cari pengalaman baru, situasi baru, tantangan baru. Mungkin kamu niatnya agar dikenal HRD orang yang dinamis, tapi justru itu ngejebak sih.

Kalau HRD dibilang gini, "Oh cari pengalaman baru ya, nanti kalau udah keterima perusahaan terus kamu bosen gimana? Kamu ngelepas pengalaman lama demi pengalaman baru?" Nah, kan lebih berbahaya. Ya, ini aja. Jujur aja kalau uang. Karena kerja itu kan nyari uang tapi bahasanya yang sopan.

Terima kasih Pak atas pertanyaannya. Motivasi kerja itu ada dua. Apa yang pertama, saya ingin menabung dan membantu orang tua saya dalam mencukupi kebutuhan. Kedua, tentu jenjang karir, Pak. Saya berharap ke depannya saya bisa menjadi senior leader di perusahaan Bapak.

Nah, apa rencana kamu dalam 5 tahun ke depan? Nah, pastiin hindari yang berbau keuntungan sendiri. Seperti pengen buka usaha, pengen bangun rumah, pengen menikah, hindari itu. Tolong sebutkan jangka pendek sama jangka panjangnya aja. Jawabannya seperti ini:

"Terima kasih Pak atas pertanyaannya. Rencana saya dalam 5 tahun ke depan ada dua. Pertama, jangka pendeknya saya ingin sekali mendekatkan kalian bahasa Inggris, peningkatan juga training barista, juga memperdalam tentang coffee shop. Jangka panjangnya, saya pengen menempati posisi kepala toko ke depannya sih, Pak. Semoga Tuhan diijabah gitu ya. Itu planning 5 tahun jadi tanda kamu nggak akan resign 5 tahun ke depan. Kan HRD pingin karyawannya bagus."

Berarti, kenapa kami harus menerima kamu? Jawaban ini cocokkan kelebihan kamu dengan posisi yang dilamar.

Baik Pak, terima kasih pertanyaannya. Kenapa perusahaan harus memilih saya? Pertama, tentunya kecocokan keahlian Pak dan kebutuhan perusahaan. Yang cari keahlian pelayanan prima, saya mampu komunikasi, nggak mampu menangani komplain, juga orangnya detail serta kemampuan situasi mendesak, termasuk pengetahuan tentang barista itu sendiri.

Saya yakin pun menjadi keuntungan sendiri bagi perusahaan ke depannya. Nah, kalau kamu pengen keduanya, kamu juga bisa pakai.

Ada juga itu cocok yang keduanya, apa yang kamu ketahui tentang perusahaan kami? Ya udah jelasin aja tentang websitenya perusahaan yang yang kamu bisa, jangan sampai nol gitu ya.

Sama terakhir pertanyaan yes/no. Kamu siap kerja shifting? Udah siap aja, liburnya nggak Sabtu-Minggu, nggak apa-apa yang penting itu kerja dulu.

Teman-teman ya, siap kerja mau lebih kerja jam kerja atau lembur, udah bilang siap aja. Entah nanti akan ada uang lemburnya, tanda bukti kamu loyal sama perusahaan.

Itu tadi 15 pertanyaan tentang barista. Insyaallah ini semuanya pasti akan keluar. Jadi tolong dipahami baik-baik. Tolong bantu subscribe, komen kalau butuh bantuan, dan kalau kamu butuh review CV yang berbayar dan dijamin dapat kerja, DM aja gitu teman-teman ya buat.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.